Minggu, 25 November 2012

Ujian MID SEMESTER



Ujian Mid Semester

Matakuliah : Kimia Bahan Alam
Kredit : 2 SKS
Dosen : Dr. Syamsurizal, M.Si
Hari/Tanggal : Sabtu, 24 november 2012
Waktu : 15.30 sd 09.00 pagi ( tanggal 26 november 2012 )



Jawaban anda di posting diblog masing – masing. Ujian ini open book. Bilamana ditemukan anda mencontek jawaban teman anda maka anda dipastikan GAGAL dari mata kuliah ini.


1. Kemukakan gagasan anda bagaimana cara mengubah suatu senyawa bahan alam yang tidak punya potensi ( tidak aktif ) dapat dibuat menjadi senyawa unggul yang memiliki potensi aktifitas biologis tinggi. Berikan dengan contoh.
Jawab:
Untuk mengubah suatu senyawa bahan alam yang tidak aktif (tidak punya potensi) dapat di buat dengan senyawa unggul yang memiliki aktifitas biologis yaitu dengan bantuan bakteri maupun enzim. Contohya di sini keju. Keju  adalah sebuah makanan yang dihasilkan dengan memisahkan zat-zat padat dalam susu melalui proses pengentalan atau koagulasi. Proses pengentalan ini dilakukan dengan bantuan bakteri atau enzim tertentu yang disebut rennet. Hasil dari proses tersebut nantinya akan dikeringkan, diproses, dan diawetkan dengan berbagai macam cara. Dari sebuah susu dapat diproduksi berbagai variasi produk keju. Produk-produk keju bervariasi ditentukan dari tipe susu, metode pengentalan, temperatur, metode pemotongan, pengeringan, pemanasan, juga proses pematangan keju dan pengawetan. Umumnya, hewan yang dijadikan sumber air susu adalah sapi. Air susu unta, kambing, domba, kuda, atau kerbau digunakan pada beberapa tipe keju lokal.
Keju memiliki hampir semua kandungan nutrisi pada susu, seperti protein, vitamin, mineral, kalsium, dan fosfor namun juga lemak dan kolesterol yang dapat menyebabkan masalah kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan. Besaran kandungan lemak dalam keju tergantung pada jenis susu yang digunakan. Keju yang dibuat dengan susu murni atau yang sudah ditambah dengan krim memiliki kandungan lemak, kolesterol dan kalori yang tinggi. Keju sangat bermanfaat karena kaya akan protein, terutama bagi anak kecil karena mereka membutuhkan protein yang lebih banyak dibandingkan orang dewasa.




2. Jelaskan bagaimana idenya suatu senyawa bahan alam yang memiliki potensi biologis tinggi dan prospektif untuk kemaslahatan makhluk hidup dapat disintesis di laboratorium

Jawab:
Senyawa bahan alam yang memiliki potensi biologis tinggi dapat berguna dan bermanfaat bagi kehidupan dan kesehatan manusia. Pada saat ini senyawa metabolit khususnya pada metabolit skunder banyak digunakan sebagai anti oksidan, anti kanker, serta dapat menetralisirkan racun dari dalam tubuh  dan lain sebagainya. salah satu contohnya pada alkaloid, disini alkaloid pada buah mahkota dewa dapat digunakan untuk menetralisirkan racun dari dalam tubuh, hal ini dikarenakan alkaloid bersifat detoksifikasi. adapun senyawa alkaloid yang terkandung dalam menetralisirkan racun yaitu senyawa saponin. saponin ini bermanfaat sebagai antibakteri sehingga berguna untuk kekebalan tubuh.  Oleh karna itu Senyawa alkaloid dapat diperoleh melalui proses sintesis/isolasi dari bermacam sumber seperti misalnya tumbuhan. Senyawa bahan alam alkaloid dapat juga disintesis di laboratorium,terlebih dahulu dengan mengisolasi nya. Untuk itu, dengan melakukan modifikasi dari jalur biosintesis tersebut sehingga dapat diproduksi metabolit dalam jumlah yang lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat, mengetahui struktur metabolit yang dihasilkan, dan dapat dilakukan sintesis untuk menghasilkan turunan nya. dengan melakukan modifikasi senyawa sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan senyawa bahan alam yang memiliki potensi biologis yang tinggi, berguna dan bermanfaat bagi kehidupan manusia misalnya alkaloid, flavonoid, steroid, dan terpenoid.

3. Jelaskan kaidah-kaidah pokok dalam memilih pelarut untuk isolasi dan purifikasi suatu senyawa bahan alam. Berikan dengan contoh untuk 4 golongan senyawa bahan alam : Terpenoid, alkaloid, Flavonoid, dan Steroid.
Jawab:
Pemilihan pelarut harus sesuai dengan sifat-sifat senyawa yang akan di murnikan, Adapun kaidah – kaidah dalam pemilihan pelarut dalam isolasi dan purifikasi senyawa bahan alam yaitu memiliki syarat sebagai berikut :
a. Pelarut tidak bereaksi dengan zat yang akan dimurnikan
b. Pelarut dapat melarutkan zat yang akan dimurnikan
c. Titik didih pelarut lebih rendah dari titik didih zat yang akan dimurnikan
d. Titik didih pelarut lebih rendah dari titik lebur zat yang akan dimurnikan.
e. Pelarut mudah melarutkan bahan yang di ekstrak
f.   Pelarut tidak bercampur dengan cairan yang di ekstrak
g.  Pelarut mengekstrak sedikit atau tidak sama sekali pengotor yang ada
h.  Pelarut mudah dipisahkan dari zat terlarut
i.   Pelarut tidak bereaksi dengan zat terlarut melalui segala cara

Dalam proses isolasi dan pemurnian suatu senyawa bahan alam tentu saja kita harus melihat pelarut – pelarut yang sesuai yang di gunakan. Adapun contoh pelarut dalam senyawa bahan alam di bawah ini antara lain:
-          Alkaloid : kloroform, n-heksana
-          Flavonoid : n-Butanol, petroleum eter,
-          Steroid : dietil eter, kloroform, asam asetat anhidrid dan asam sulfat pekat.
-          Terpenoid : etil asetat, n-heksan, kloroform, metanol


4. Jelaskan dasar titik tolak penentuan struktur suatu senyawa organik. Bila senyawa bahan alam tersebuat adalah kafein misalnya. Kemukakan gagasan anda hal – hal pokok apa saja yang di perlukan untuk menentukan strukturnya secara keseluruhan.
Jawab :
Penentuan struktur suatu senyawa organic dapat di tentukan dengan metoda spektroskopik dan difraksi.  Spektroskopis adalah ilmu yang mempelajari materi dan atributnya berdasarkan cahaya, suara atau partikel yang dipancarkan, diserap atau dipantulkan oleh materi. Sebagai ilmu yang mempelajari interaksi antara cahaya dan materi. Alat untuk merekam spektrum disebut spectrometer.
Ada beberapa yang dapat di gunakan untuk penetuan struktur senyawa oragnik antara lain dapat berupa:
a. Spektroskopi infra merah (IR)  Metode spektroskopi inframerah merupakan suatu metode yang meliputi teknik serapan (absorption), teknik emisi (emission), teknik fluoresensi (fluorescence). Metode Spektroskopi inframerah ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu senyawa yang belum diketahui, karena spektrum yang dihasilkan spesifik untuk senyawa tersebut. Spektrum inframerah suatu senyawa memberikan gambaran mengenai gugus fungsional dalam sebuah molekul organic
b. Spektroskopi dengan sinar ultraviolet (UV) dan sinar tampak (VIS), Metoda ini sangat sensitif dan dengan demikian sangat cocok untuk tujuan analisis. Lebih lanjut,spetroskopi UV-VIS sangat kuantitatif dan jumlah sinar yang diserap oleh sampel diberikan oleh ungkapan hukum Lambert-Beer.
c. Spektroskopi resonansi magnetik nuklir (NMR) memberikan gambaran mengenai jenis atom, jumlah, maupun lingkungan atom hidrogen (1H NMR) maupun karbon (13C NMR).
Spektroskopi NMR didasarkan pada penyerapan gelombang radio oleh inti-inti tertentu dalam molekul organik, apabila molekul tersebut berada dalam medan magnet yang kuat. Resonansi Magnetik Inti (NMR) spektroskopi adalah alat yang tersedia untuk menentukan struktur senyawa organik. Teknik ini bergantung pada kemampuan inti atom berperilaku seperti sebuah magnet kecil dan menyesuaikan diri dengan medan magnet eksternal. Biasanya dihunakan untuk  mengidentifikasi atau menjelaskan informasi struktur rinci tentang senyawa kimia. Prinsip kerja dari NMR yaitu untuk mendapatkan inti dalam molekul  dalam arah yang sama sehingga nantinya medan magnet yang seseuai dengan molekul akan dikonversi menhadi spektra NMR sehingga struktur molekul dapat teridentifikasi.
d. Spektrometri massa, tidak seperti metoda spektroskopi yang lain, tidak melibatkan interaksi antara radiasi ektromagnetik dan materi.
Spektrometer massa : adalah alat atau instrumen yang digunakan untuk menentukan struktur kimia dari molekul organik berdasarkan perhitungan massa dari molekul tersebut serta pola fragmentasinya.
Dalam spektrometri massa, molekul sampel dalam fase uap dibombardir dengan elektron berenergi tinggi (70 eV) yang menyebabkan lepasnya satu elektron dari kulit valensi molekul tersebut.

Dalam penentuan senyawa kafein, dapat dilakukan dengan spektroskopi NMR, berikut gambar strutur kafein dengan metode spektroskopi NMR.




Jumat, 02 November 2012

TERPENOID


Terpenoid merupakan derivat dehidrogenasi dan oksigenasi dari senyawa terpen. Terpen merupakan suatu golongan hidrokarbon yang banyak dihasilkan oleh tumbuhan dan sebagian kelompok hewan. Rumus molekul terpen adalah (C5H8)n.
Terpenoid disebut juga dengan isoprenoid. Hal ini disebabkan karena kerangka karbonnya sama seperti senyawa isopren. Secara struktur kimia terenoid merupakan penggabungan dari unit isoprena, dapat berupa rantai terbuka atau siklik, dapat mengandung ikatan rangkap, gugus hidroksil, karbonil atau gugus fungsi lainnya
Terpenoid merupakan komponen penyusun minyak atsiri. Minyak atsiri berasal dari tumbuhan yang pada awalnya dikenal dari penentuan struktur secara sederhana, yaitu dengan perbandingan atom hydrogen dan atom karbon dari suatu senyawa terpenoid yaitu 8 : 5 dan dengan perbandingan tersebut dapat dikatakan bahwa senyawa teresbut adalah golongan terpenoid.
Minyak atsiri bukanlah senyawa murni akan tetapi merupakan campuran senyawa organic yang kadangkala terdiri dari lebih dari 25 senyawa atau komponen yang berlainan. Sebagian besar komponen minyak atsiri adalah senyawa yang hanya mengandung karbon dan hydrogen atau karbon, hydrogen dan oksigen. Minyak atsiri adalah bahan yang mudah menguap sehingga mudah dipisahkan dari bahan-bahan lain yang terdapat dalam tumbuhan. Salah satu cara yang paling banyak digunakan adalah memisahkan minyak atsiri dari jaringan tumbuhan adalah destilasi. Dimana, uap air dialirkan kedalam tumpukan jaringan tumbuhan sehingga minyak atsiri tersuling bersama-sama dengan uap air. Setelah pengembunan, minyak atsiri akan membentuk lapisan yang terpisah dari air yang selanjutnya dapat dikumpulkan. Minyak atsiri terdiri dari golongan terpenoid berupa monoterpenoid (atom C 10) dan seskuiterpenoid (atom C 15)

B. Sifat umum Terpenoid
• Sifat fisika dari terpenoid adalah :
1) Dalam keadaan segar merupakan cairan tidak berwarna, tetapi jika teroksidasi warna akan berubah menjadi gelap
2) Mempunyai bau yang khas
3) Indeks bias tinggi
4) Kebanyakan optik aktif
5) Kerapatan lebih kecil dari air
6) Larut dalam pelarut organik: eter dan alcohol
• Sifat Kimia
1) Senyawa tidak jenuh (rantai terbuka ataupun siklik)
2) Isoprenoid kebanyakan bentuknya khiral dan terjadi dalam dua bentuk enantiomer.

C. Biosintesis Terpenoid
Terpenoid merupakan bentuk senyawa dengan struktur yang diturunkan dari unit isoprene (C5) yang bergandengan dalam model kepala ke ekor, sedangkan unit isoprene diturunkan dari metabolisme asam asetat oleh jalur asam mevalonat (MVA).

Mekanisme dari tahap-tahap reaksi biosintesis terpenoid adalah asam asetat setelah diaktifkan oleh koenzim A melakukan kondensasi jenis Claisen menghasilkan asam asetoasetat. Senyawa yang dihasilkan ini dengan asetil koenzim A melakukan kondensasi jenis aldol menghasilkan rantai karbon bercabang sebagaimana ditemukan pada asam mevalinat, reaksi-reaksi berikutnya adalah fosforialsi,eliminasi asam fosfat dan dekarboksilasi menghasilkan isopentenil (IPP) yang selanjutnya berisomerisasi menjadi dimetil alil piropospat (DMAPP) oleh enzimisomeriasi. IPP sebagai unti isoprene aktif bergabung secara kepala ke ekordengan DMAPP dan penggabungan ini merupakan langkah pertama daripolimerisasi isoprene untuk menghasilkan terpenoid.Penggabungan ini terjadi karena serangan electron dari ikatan rangkap IPPterhadap atom karbon dari DMAPP yang kekurangan electron diikuti oleh penyingkiran ion pirofosfat yang menghasilkan geranil.pirofosfat (GPP) yaitu senyawa antara bagi semua senyawa monoterpenoid.Penggabungan selanjutnya antara satu unti IPP dan GPP dengan menaismeyang sama menghasilkan Farnesil pirofosfat (FPP) yang merupakan senyawaantara bagi semua senyawa seskuiterpenoid. Senyawa diterpenoid diturunkan dariGeranil-Geranil Pirofosfat (GGPP) yang berasal dari kondensasi antara satu untiIPP dan GPP dengan mekanisme yang sama.
Secara umum biosintesa dari terpenoid terjadi 3 reaksi dasar yaitu:
1.Pembentukan isoprene aktif berasal dari asam asetat melalui asam mevalonat.
2.Penggabungan kepala dan ekor dua unit isoprene akan membentuk mono-,seskui-, di-. sester-, dan poli-terpenoid.
3.Penggabungan ekor dan ekor dari unit C-15 atau C-20 menghasilkan triterpenoid dan steroid.

Isolasi Dan Identifikasi Terpenoid
Ekstraksi senyawa terpenoid dilakukan dengan dua cara yaitu: melalui sokletasi dan maserasi.
1. Sekletasi
Dilakukan dengan melakukan disokletasi pada serbuk kering yang akan diuji dengan 5L n-hexana. Ekstrak n-hexana dipekatkanlalu disabunkan dalam 50 mL KOH 10%. Ekstrak n-heksana dikentalkan lalu diujifitokimia dan uji aktifitas bakteri.
2. Teknik maserasi menggunakan pelarut methanol.
Ekstrak methanol dipekatkan lalu lalu dihidriolisis dalam 100 mL HCl4M.hasil hidrolisis diekstraksi dengan 5 x 50 mL n-heksana. Ekstrak n-heksana dipekatkan lalu disabunkan dalam 10 mL KOH 10%. Ekstrak n-heksanadikentalkan lalu diuji fitokimia dan uji aktivitas bakteri.
Uji aktivitas bakteri dilakukan dengan pembiakan bakteri dengan menggunakan jarum ose yang dilakukan secara aseptis. Lalu dimasukkan ke dalam tabung yang berisi 2mL Muller-Hinton broth kemudian diinkubasi bakteri homogen selama 24 jam pada suhu 35°C. suspensi baketri homogeny yang telah diinkubasi siap dioleskan pada permukaan media Muller-Hinton agar secara merata dengan menggunakan lidikapas yang steril. Kemudian tempelkan disk yang berisi sampel, standartetrasiklin serta pelarutnya yang digunakan sebagai kontrol. Lalu diinkubasi selama 24 jam pada suhu 35°C. dilakukan pengukuran daya hambat zat terhadap baketri.
Uji fitokimia dapat dilakukan dengan menggunakan pereaksi Lieberman-Burchard. Perekasi Lebermann-Burchard merupakan campuran antara asam asetat anhidrat dan asam sulfat pekat.

Jumat, 19 Oktober 2012

identifikasi isoflavon


Kedelai telah menunjukan beberapa keuntungan kesehatan yang disebabkan karena kandungan nutrisinya yang tinggi dan kandungan fitokimianya. Kedelai tidak hanya kaya protein, tetapi mengandung mineral yang berguna seperti, kalsium, besi, dan serat terlarut. Protein kedelai memenuhi kebutuhan  protein pada manusia.  Protein dan isoflavon dari kedelai telah terbukti menurunkan resiko penyakit jantung dan sebagai antikanker.
            Isoflavon merupakan bagian dari kelompok flavonoid. Isoflavon ditemukan sebagian besar pada kacang kedelai dan memiliki struktur kimia yang hampir sama dengan hormon estrogen.  Isoflavon utama yang ditemukan pada  kacang kedelai adalah genistein dan daidzein. Karena strukturnya yang mirip dengan estrogen dan dapat berinteraksi dengan reseptor estrogen lain, isoflavon dari kedelai sering digunakan sebagai fitoestrogen (McCuey, 2004)
           
Struktur  isoflavon kedelai yang mirip dengan estrogen dan kemudahannya untuk berinteraksi dengan estrogen reseptor membuat isoflavon ini diduga bermanfaat dalam mengatasi sistem somatik, perasaan, dan hal-hal yang berhubungan dengan menopause. Mengkonsumsi suplemen fitoisoflavon telah terbukti dapat berpengaruh pada gejala premenopause.  Isoflavonoid dari kedelai juga berpotensi sebagai sarana alternatif dalam terapi kesehatan jangka panjang yang berhubungan dengan menopause dan khususnya osteoporosis (McCuey, 2004).
             Isoflavon ini boleh dibilang hanya terdapat pada kedelai saja. Isoflavon ini berfungsi melakukan regulasi untuk menghambat pertumbuhan kanker terutama kanker prostat.  Selain berfungsi untuk mencegah kanker prostat, biji kedelai juga berfungsi untuk menurunkan resiko terkena penyakit jantung, diabetes, ginjal dan osteoporosis (Asih, 2009). Karena begitu pentingnya fungsi tanaman ini, serta dugaan terhadap adanya senyawa golongan isoflavon yang dikandung, maka pada penelitian ini dilakukan isolasi dan identifikasi senyawa golongan isoflavon dari biji kedelai (Glycine max).
            Proses identifikasi isoflavon pada kedelai dimulai dengan pengumpulan bahan, kemudian penyederhanaan bentuk bahan dengan mengubah biji menjadi bentuk serbuk. Serbuk ini kemudian dimaserasi yaitu perendaman dengan pelarut, maserasi dilakukan untuk mengeluarkan bahan aktif dari serbuk simplisia. Teknik maserasi dipilih karena peralatan yang digunakan sederhana, dan tidak memerlukan keahlian dari praktikan. Dengan teknik maserasi bahan aktif dapat diperoleh dari simplisia dengan maksimal, karena perendaman yang dilakukan lebih dari satu hari. Teknik lanjutan setelah maserasi yang digunakan adalah kromatografi kolom lambat, metode ini dipilih karena dengan metode ini akan didapat fraksi-fraksi yang akan membantu dalam analisis selanjutnya.  Selanjutnya adalah pemisahan dengan kromatografi lapis tipis (KLT), metode ini dilakukan untuk memisahkan senyawa isoflavon yang ada dalam fraksi hasil kromatografi kolom. Dengan metode ini didapatkan harga Rf yang spotnya dapat diperjelas dengan penampak bercak dan dilihat dibawah sinar UV.

Kamis, 11 Oktober 2012

Khasiat dan Manfaat Mahkota Dewa Bagi Kesehatann




khasiat dan Manfaat mahkota dewa bagi kesehatan disebabkan karena tanaman ini mengandung beberapa zar aktif antara lain Alkoloid yang bersifat detoksifikasi yang berfungsi menetralisir racun dalam tubuh.
Selain itu Manfaat Mahkota Dewa juga mengandung saponin yang bermanfaat sebagai anti bakteri dan anti virus, selain itu saponin juga berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas, mengurangi kadar gula dan mengurangi penggumpalan darah.
Kandungan Manfaat Mahkota Dewa lain yang ditemukan dalam tanaman mahkota dewa adalah bahwa tanaman ini mengandung flavonoid yang berfungsi melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh, mengurangi kadar kolesterol, mengurangi resiko terkena serangan penyakit jantung, mengandung antiinflamasi serta berfungsi sebagai anti oksidan.
Khasiat dan Manfaat Mahkota Dewa yang lain adalah sebagai antihistamin karena mengandung zat polifenol. Di beberapa daerah di Indonesia, tanaman ini memiliki berbagai macam nama yang berbeda antara lain adalah Makuto Rojo, Makuto Ratu, Obat Dewa dan Crown of God.

Rabu, 10 Oktober 2012

Kandungan flavonoid di dalam cokelat


Pada umumnya cokelat dibuat dengan tambahan gula, susu, dan bahan-bahan lain untuk membuat rasa cokelat menjadi leih enak, sehingga membuat rasa choccolate bar menjadi enak sekaligus merupakan penyumbang kalori. Oleh karena itu jika cokelat dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, berat badan bisa naik. Cokelat sebenarnya mempunyai kandungan gizi. Hanya saja, konsumsi cokelat berlebihan akan mengganggu kesehatan.
Cokelat dapat ditemui dalam bentuk cokelat batangan, cokelat permen, es krim dan minuman cokelat, bisa juga cokelat yang telah diolah menjadi cake. Cokelat yang telah disebutkan tadi berasal dari bijih cokelat yang diolah.
Cokelat pertama kali ditemukan oleh bangsa Maya dan Aztek, rasa cokelat yang pahit menyebabkan bangsa Aztek menyebutnya Xocol (artinya pahit) dan Atl (berarti air). Makanan lezat ini dulu dimanfaatkan sebagai bahan dasar saus dan minuman.
Tak hanya itu, sejak dulu cokelat juga dimanfaatkan sebagai obat, Saat ini cokelat juga mulai diusulkan untuk dijadikan obat penyakit-penyakit kronik. Setelah dieksplorasi lebih lanjut oleh American Health Foundation, New York, efek cokelat terhadap pencegahan penyakit jantung disebabkan peran flavonoid di dalamnya, khususnya catechin, epicatechin, dan procyanidin yang mempunyai aktivitas antioksidan. Antioksidan ini bersifat LDL, yang selanjutnya berkaitan dengan penurunan resiko penyakit jantung. Selain itu, efek antioksidan cokelat juga dikatakan dapat menghambat aktivitas zat karsinogenik.
Flavonoid yaitu zat yang mempunyai aktivitas biologi tertentu yang banyak dijumpai di tumbuhan, yang juga ditemukan di dalam cokelat yang berfungsi sebagai antioksidan. Kandungan flavonoid dalam 100 gram cokelat susu adalah 170 mg, jumlah ini paling tinggi dibandingkan dengan teh hitam, anggur merah, jus cranberry dan apel.
Begitupun dengan tempe. Tempe juga mempunyai kandungan flavonoid yang tinggi, namun kandungan flavonoid yang ada di dalam tempe berbeda, yaitu isoflavon. Isoflavon yang mempunyai efek kerja seperti esterogen adalah genistein, daidsein, biochanin A, formononetin. Sedangkan kandungan flavonoid cokelat adalah flavonol yang menurunkan catechin, epicatechin dan procyanidin.
Kandungan antioksidan ini pada cokelat hitam lebih tinggi daripada di dalam cokelat susu. Penyebabnya, kandungan yang terdapat di dalam cokelat susu menghambat penyerapan flavonoid. Dalam suatu penelitian yang mengevaluasi antioksidan dalam cokelat, subjek penelitian diminta mengkonsumsi 3 ons cokelat hitam chips yang kira-kira setara dengan 85 gram. Pada hasil evaluasi darah, ditemukan antioksidan dan flavonoid meningkat disertai komponen oksidan yang menurun.
Saat ini cokelat yang kita dapati tidak lagi terasa pahit dan berwarna cokelat kehitaman, tetapi juga putih. Cokelat putih dibuat dari lemak cokelat yang diolah dengan ditambah gula, susu, lesitin dari susu kedelai, dan flavouring (bumbu rasa dan bau). Karena bahan aktif adanya di dalam bubuk cokelat,sedangkan cokelat putih asalnya dari lemak cokelat, maka cokelat putih tidak mengandung zat aktif. Termasuk juga khasiat sebagai antioksidan kuat dari cokelat hitam tidak dimiliki oleh cokelat putih.
Selain cokelat putih di pasaran juga kita jumpai cokelat masak (baking chocolate) yaitu cokelat untuk campuran dalam pengolahan makanan, misalnya kue, cake, es krim, dll. Cokelat masak ini lebih murni dibandingkan dengan cokelat hitam. Kita dapat memilih cokelat masak yang mengandung gula atau yang tidak. Tentu saja,penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhannya.
Fungsi penglihatan
dalam penelitian yang dilakukan sebuah universitas di inggris, penglihatan para responden meningkat 17 persen dalam hal kondisi cahaya kontras. peningkatan ini terjadi setelah mereka mengkonsumsi cokelat hitam.
kandungan flavonoid dalam cokelat hitam ternyata dapat meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh, termasuk ke bagian mata. retina memerlukan banyak energi, tetapi kerap kekurangan suplai darah. flavonoid akan meningkatkan fungsi periferal pembuluh darah ke bagian mata sehingga fungsi penglihatan pun semakin baik.
Lemak cokelat, baik tidak ?
Cokelat hitam pada umumnya mengandung 33% asam oleat (yang termasuk lemak baik/lemak tidak jenuh tunggal), 25% asam palmitat (lemak jenuh) dan 33% asam stearat. Asam lemak stearat termasuk jenis asam lemak jenuh, yang oleh beberapa pakar diklaim bersahabat terhadap jantung. Hal ini dibuktikan dari suatu penelitian besar (metaanalisis) yang pada akhirnya menyimpulkan bahwa asam lemak stearat pada cokelat tidak menurunkan HDL ataupun meningkatkan kadar LDL. Beberapa penelitian mencoba menjelaskan mekanisme yang menguntungkan itu dengan mengaitkan terhadap penyerapannya yang rendah, yang selanjutnya akan dikeluarkan bersama kotoran. Meskipun terbukti berhasil pada perubahan kadar lemak darah, tetapi sesungguhnya efek asam stearat terhadap pencegahan penyakit jantung dan stroke masih diperdebatkan pada berbagai publikasi ilmiah. Peran terhadap penyakit jantung terutama disebabkan kadar LDL yang turun sehingga mencegah pembentukan plak pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
Khasiatnya masih menanti pembuktian
Khasiat cokelat rupanya sangat menarik untuk dipahami, diantaranya manfaat coklat dapat melebarkan diameter (vasodilatasi) pembuluh darah, yang sering dihubungkan dengan manfaat menurunkan tekanan darah. Sayangnya, untuk khasiat yang satu ini kita harus menunggu penelitian yang dapat membuktikannya. Teori lain yang melawan manfaat penurunan tekanan darah adalah zat kafein di dalam cokelat disinyalir bisa meningkatkan tekanan darah.
Cokelat juga dihubungkan dengan kemampuannya menekan reaksi radang dalam tubuh. Khasiat lain diperankan oleh theobromin yang terkandung di dalam cokelat. Theobromin ini bekerja di ujung saraf sensorik vagus untuk menekan batuk. Artinya cokelat mungkin bisa menyembuhkan batuk.tetapi lagi-lagi pembuktian ilmiahnya masih ditunggu. Cokelat putih tidak mengandung komponen theobromin, sehingga tidak memiliki peran obat batuk tersebut.
Sisi lain yang sering disoroti adalah efek aphrodisiac dari cokelat yang oleh bangsa Aztek diyakini manfaatnya. Penjelasan ilmiahnya dihubungkan dengan kandungan feniletilamin dan serotonin. Kedua zat tersebut sebenarnya secara alami terdapat di otak, yang dilepaskan ke system saraf pada saat gembira seperti pada saat jatuh cinta. Ternyata wanita lebih rentan terhadap efek ini daripada pria.
Kesimpulannya mengkonsumsi cokelat selain mendapat kenikmatan, banyak manfaat yang bisa diharapkan. Tetapi jika konsumsinya berlebihan makan berlebihan juha kalori yang masuk. Jangan lupa untuk mencermati informasi gizi di setiap kemasan agar dapat mengukur asupan.
Mengkonsumsi 100 gram cokelat dapat meningkatkan ekskresi oksalat dan kalsium tiga kali lipat. Oleh karena itu orang-orang yang rentan terhadap penyakit ginjal sebaiknya waspada. Barengi dengan minum air yang banyak sehabis makan coklat.